Skip to content
Digital Marketing Properti » Panduan Digital Marketing » Ingin Menjadi Agen properti Freelance? Ini Keuntungan Yang Kamu Dapat

Ingin Menjadi Agen properti Freelance? Ini Keuntungan Yang Kamu Dapat

cara menjadi agen properti freelance

Agen Properti Freelance Sebenarnya adalah profesi yang menghubungkan antara Pemilik yang ingin menjual propertinya dan pembeli yang mencari tempat tinggal.

Kadang kala profesi ini sering di pandang sebelah mata dan di kaitkan dengan calo, tapi menurut saya kurang tepat , karena menjadi agen properti tidak hanya sekedar “Berjualan” tapi mereka di tuntut untuk bisa menyediakan solusi, bisa menjelaskan properti yang dia jual secara komprehensif, dan juga paham alur proses perbankan dalam pengajuan kpr.

Buat kamu yang berada dalam kondisi dimana kamu sedang mencari pertimbangan untuk beralih profesi menjadi agen properti, berikut adalah pengalaman saya, selama ini menjadi agen properti,

Properti adalah Kebutuhan Dasar Manusia

Sekilas buat kamu yang baru pertama kali menjalani profesi sales, mungkin kamu ragu dengan apa yang kamu lakukan, karena kamu merasa harganya begitu luar biasa, mulai dari ratusan juta hingga milyaran rupiah. “apakah saya bisa?” sekilas hati kecilmu bertanya.

Tapi yang perlu kamu tahu adalah, bahwa properti yang dimana kita bahas secara spesfik adalah rumah atau hunian, adalah kebutuhan dasar manusia, sandang (pakaian), pangan(makanan) dan papan (tempat tinggal). tentu sering kita dengar sejak kecil.

Tanpa bisa memenuhi 3 kebutuhan dasar itu manusia tidak akan bisa hidup, dan semua manusia pasti akan berusaha keras untuk bisa memenuhinya, jadi meskipun harganya mahal tidak perlu khawatir, karena “permintaannya” akan selalu ada, seiring dengan bertambahnya populasi penduduk itu sendiri.

Properti akan selalu di cari dan selalu dibutuhkan oleh banyak orang. bahkan di saat pandemi mungkin beberapa pangsa pasar properti untuk kalangan atas ada penurunan, tapi itu tidak berlaku untuk rumah subsidi. apalagi di tambah fakta bahwa 12,5 juta masyarakat indonesia masih banyak yang belum memiliki rumah. tentu ini perlu di pandang sebagai peluang, karena profesi sebagai agen properti menjadi semakin di butuhkan.

Promosinya Bisa Lewat Online

Ini yang pertama kali di tanyakan “anak baru” yang pertama kali terjun ke profesi ini, kemana jualannya? padahal sekarang ini hampir semua orang sudah memiliki smartphone, dan hal yang paling mudah dan cepat, kamu bisa langsung mempromosikan propertimu ke grup2 facebook.

Itu sudah bisa di bilang sebagai salah satu cara “Promosi Online“. lupakan cara kuno kalau jualan itu harus keliling, door to door menawarkan, karena di zaman sekarang, menawarkan itu tidak harus dengan langsung di depan orangnya langsung.

Murah, tanpa biaya dan jangkauannya lebih luas, lupakan cara lama seperti bagi2 brosur atau pameran, selain bagi saya kurang efektif, bagi saya kegiatan itu sangat membuang waktu. selain jangkauannya terbatas, seringkali database atau kontak calon konsumenay yang didapat seringkali tidak sesuai harapan.

Agen Properti Freelance Tidak Terikat Waktu

Ini berlaku bagi kamu yang menjadi agen properti freelance lewat kantor properti independen, tidak berlaku bagi kamu yang bekerja langsung dengan developer.

Mereka yang bergabung dengan kantor properti independen, cenderung tidak punya jam kantor, dengan kata lain kamu hanya bekerja ketika kamu mendapatkan “janji” dengan calon konsumen. Kamu ke kantor mungkin ketika dibutuhkan sedikit koordinasi “kecil” dengan tim. dan ketika mengurus pemberkasan dokumen bagi konsumen yang mengajukan secara kpr.

Selebihnya mungkin waktumu akan lebih banyak di rumah, tapi ini buka berarti kamu bisa santai, usahakan di waktu senggangmu untuk tetap beriklan, atau mempromosikan produkmu secara online.

Agen Properti Freelance Memiliki Penghasilan Yang Besar

Karena harga produk yang berkisar ratusan juta maka pendapatan yang kamu dapat juga lebih besar di bandingkan jualan lainnya meskipun secara persentaser komisi yang kamu dapat lebih “kecil”. tetapi secara nilai rupiah yang kamu dapat lebih besar

Contoh untuk jualan online misalkan komisinya 20% dengan harga produk Rp 100,000,- bila kamu bisa menjual 1 produk saja maka uang yang kamu dapat sebesar 20.000

Sedangkan untuk properti misal yang kamu dapat “hanya” 1,75% (terganntung agensi atau kantor) misal kamu menjual rumah subsidi dengan harga Rp 168,000,000,- Maka komisi yang kamu dapat 2.940.000.

Dengan kata lain bila biaya hidupmu sebulan sebesar 5 juta, maka ketika kamu berjualan online kamu harus bisa menjual 50 produk untuk memenuhinya, namun ketika berjualan properti kamu hanya membutuhkan “2 saja” dan kebutuhan hidupmu terpenuhi.

Rasio “CLBK” Yang Sama Dengan Jualan Lainnya

Clbk yang saya bahas di sini bukanlah “Cinta lama bersemi kembali” yang romantis itu. tetapi istilah yang semakin populer dengan semakin maraknya jualan online yaitu “Chat Lama Beli Kaga”.

Ketika kamu berjualan online, dan kamu memposting nya di manapun, atau beriklan, selalu ada pertanyaan atau wa masuk sebelum konsumen membeli produk yang kamu jual bukan?.

Saya sempat mencoba berjualan online non properti tentunya, dengan menjadi dropshipper dan saya rasa rasio orang2 yang cuma nanya doang tapi beli ngga ini juga kurang lebih sama, tidak peduli barang apapun yang kamu jual, sejauh ini untuk mendapatkan 1 pembelian, saya melayani kurang lebih sekitar 15 sampai 20 chat atau pertanyaan yang masuk.

Pertimbangannya adalah kalau dengan usaha dan daya juang yang sama kita bisa mendapatkan hasil yang lebih besar, kenapa kita harus memperjuangkan yang kecil?. tentu kita selalu menginginkan hasil yang sepadan dengan yang kita perjuangkan bukan?.

Tidak Di Butuhkan Modal Yang Besar

Ketika kamu memutuskan untuk terjun ke profesi ini saya harap mindsetmu jangan di samakan dengan mindset menjadi karyawan, karena harus di miliki mental “Pengusaha untuk benar-benar bisa menghasilkan disini.

Karena kamu tidak mendapatkan Gaji tetap dengan kata lain hasil yang bisa kamu bawa pulang sebanding dengan usaha yang kamu perjuangkan dari penjualan.

Dan hampir semua usaha apapun itu selalu di butuhkan modal baik menjual barang sendiri atau barang orang,

agen properti meski kita menjual “barang orang” nyaris tidak ada modal yang kita keluarkan untuk “stok barang” atau apapun itu. dan kita bisa mulai latar belakang

Agen Properti Freelance Bisa Dari Berbagai Latar Belakang

agen properti independen

Ini berlaku untuk kamu yang bergabung dengan agen properti independen, tidak peduli apapun latar belakang pekerjaanmu sebelumnya dan pendidikanmu sebelumnya semua orang bisa menekuni profesi ini.

Kamu hanya perlu memiliki kemauan kuat untuk belajar, pantang menyerah, dan melakukan pekerjaanmu sebaik-baiknya agar terlihat profesional.

Kesempatan Untuk Pengembangan Diri Yang Lebih Besar

Ketika kamu sudah mulai mendapatkan “hasil” di profesi ini, tentu kesempatanmu untuk belajar hal lainnya akan menjadi lebih besar, karena kamu banyak memiliki waktu dan juga uang tentunya.

Selain itu dengan seringnya kita berinteraksi dengan banyak orang tentu akan membuka pandangan dan wawasan kita. untuk hal2 yang belum kita ketahui sebelumnya, dan tidak menutup kemungkinan kita bisa mendapatkan partner bisnis, atau kamu juga bisa berkolaborasi dengan agen lainnya untuk meningkatkan penjualan.

Rezeki tidak ada yang tahu bukan?

semoga tulisan ini membuka pandanganmu lebih luas dengan pekerjaan ini, salam closing

Leave a Reply

Your email address will not be published.